Jika kita gagal mengatur waktu, pagi hari dapat menjadi bagian yang paling stress dari seharian waktu yang kita jalani. Banyak dari kita sering terburu-buru di pagi hari dalam persiapan berangkat kerja atau sekolah. Sebetulnya tidak harus seperti ini. Dengan sedikit pengelolaan waktu yang baik, hal ini bisa dihindari.
Berikut adalah 10 langkah untuk mengurangi tingkat stress anda di pagi hari :
1. Buatlah persiapan di malam hari secara rutin.
Siapkan pakaian yang hendak anda pakai di esok hari, jangan menaruh kunci motor/mobil sembarangan – taruhlah di tempat khusus, rencanakan sarapan pagi anda dengan menu yang bergizi, dsb. Tindakan-tindakan sederhana ini saya pikir tidak akan memakan waktu anda lebih dari ½ jam setiap malamnya dan ini saya yakin akan mengurangi sebagian besar kepeningan anda setiap pagi.
2. Rencanakan apa yang akan anda lakukan.
Setiap malam, tulislah agenda-agenda penting esok hari yang harus anda lakukan seharian penuh. Ketika anda menulis, jauhkan perasaan khawatir yang menghantui pikiran anda : bagaimana kalau ini, bagaimana kalau itu. Tuliskan saja rencana-rencana anda dan pukul berapa anda akan melakukannya.
3. Hilangkan segera hal-hal menjengkelkan yang sudah anda ketahui.
Jika alarm jam anda mengeluarkan suara yang mengerikan, pisau cukur elektrik anda sering melukai kulit, mobil/motor anda sulit distarter di pagi hari … segera perbaiki dan hilangkan faktor-faktor penyebab stress ini dari kehidupan anda. Jika anda telah mengetahui hal-hal tersebut sering menjengkelkan anda, tidak ada alasan bagi anda untuk menunda-nunda memperbaiki masalah tersebut.
4. Istirahat yang baik di malam hari.
Pastikan anda cukup tidur setiap malamnya. Tentukan jam berapa anda akan mulai masuk ke kamar tidur anda. Jumlah waktu tidur yang disarankan untuk orang dewasa adalah 7 jam sehari. Jika memungkinkan aturlah suhu kamar tidur anda, jangan sampai anda tidur dalam keadaan kedinginan atau kepanasan. Suhu kamar yang baik adalah antara 18 – 25 derajat celcius.
Jika anda meminum kopi, aturlah waktu minum kopi anda. Jangan sampai anda terlalu sore mengkonsumsinya, sehingga anda akan kesulitan tidur di malam hari. Efek kafein dari kopi bekerja setelah 5-6 jam anda mengkonsumsinya.
5. Bangunlah ½ jam lebih awal.
Waktu ½ jam dapat membuat perbedaan yang mencolok antara anda menjalani pagi hari dengan tenang atau terburu-buru. Selama anda memiliki waktu istirahat yang cukup, bangun ½ jam lebih awal bukanlah hal yang sulit dan anda akan terbiasa dalam beberapa hari ke depan. Gunakan waktu ½ jam ini untuk melemaskan otot-otot anda, mandi air hangat, sarapan pagi dengan tenang dan melakukan hal-hal lain di luar dugaan.
6. Minumlah segelas air putih setelah bangun tidur.
Tubuh kita tersusun dari 60 – 70% cairan. Jadi air adalah komponen yang sangat penting dan anda tidak boleh sampai terkena dehidrasi (kekurangan cairan). Jika anda kekurangan cairan maka darah anda akan mengental dan hal ini mengakibatkan jantung anda memompa darah 2 x lebih keras. Efeknya anda dapat terkena kelelahan baik mental maupun fisik.
Ketika anda tidur panjang di malam hari, tubuh anda akan kekurangan cairan, sehingga penting sekali ketika anda bangun, anda langsung meminum banyak air putih.
7. Lakukan pelemasan otot-otot anda selama 5-10 menit di pagi hari.
Apakah anda merasa sedikit terhuyung-huyung/pening ketika anda bangun? Jangan takut, ini adalah hal yang normal. Yang harus anda lakukan adalah membantu melancarkan aliran darah anda, sebagai transisi dari keadaan tubuh yang kaku setelah anda tidur.
Lakukan pelemasan-pelemasan seperti menarik kedua tangan anda keatas kemudian menggerakkannya kekiri dan kekanan, menarik lutut anda, berjinjit, dsb. (saya yakin anda mengetahui gerakan-gerakan dasar senam pagi). Anda juga dapat melakukan sit-up atau push-up jika menginginkan.
8. Dengarkan musik dan mandilah air hangat.
Musik dapat mempengaruhi pikiran secara positif, sehingga akan memotivasi anda. Pilihlah lagu-lagu yang membuat anda merasa ceria dan bersemangat sambil anda melakukan aktivitas di pagi hari.
Sementara mandi air hangat adalah sebuah pengalaman yang dapat membuat anda merasa tenang di pagi hari dan membuat badan anda menjadi enteng.
9. Rapihkan tempat tinggal anda.
Aturlah penempatan-penempatan barang dalam rumah anda sedemikian rupa sehingga anda mengetahui persis dimana letak barang-barang milik anda. Taruhlah kembali pada tempatnya barang-barang yang sudah anda gunakan. Sehingga jika anda hendak menggunakannya, anda tidak perlu mencari kesana-kemari yang dapat membuat anda menjadi stress.
10. Bagi anda yang mengendarai mobil/motor, jangan pulang ke rumah dengan kondisi bensin yang hampir kosong.
Mengisi bensin setelah anda selesai beraktivitas bukanlah hal yang sulit bukan? Tetapi mengapa banyak orang menunda melakukannya? Mungkin karena alasan ingin segera sampai di rumah atau kondisi tubuh anda yang sudah sangat lelah sehingga malas mampir ke pompa bensin.
Dengan kesibukan di pagi hari ditambah anda harus mampir terlebih dahulu ke pompa bensin, anda dapat terlambat memulai aktivitas anda, dan tentu saja hal ini bukan awal yang baik.
Selalu periksa tingkat kekosongan bensin anda saat perjalanan pulang dan isilah bensin anda segera, jangan menunda.
Hidup ini sangatlah singkat, aturlah waktu anda dengan efektif. Mungkin akan ada beberapa pengecualian, namun kesepuluh langkah diatas akan sangat membantu anda mengatasi sebagian besar stress di pagi hari dan …. kelak anda akan lebih banyak mengucapkan syukur.
“Kebahagian tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki, tetapi oleh bagaimana kita menikmati apa yang kita miliki. Kita bisa bahagia dengan memiliki sedikit atau bisa juga sengsara sekalipun memiliki banyak.” – W. D. Hoard -
Sepasang suami istri sedang menantikan kehadiran seorang bayi di tengah-tengah mereka. Telah lima tahun menikah, tetapi anak yang mereka harapkan tidak kunjung datang. Berbagai cara sudah ditempuh, mulai dari memeriksakan diri ke dokter, tidak mengambil pekerjaan yang dapat menyebabkan stres, berolahraga dengan teratur, sampai bulan madu yang kedua. Namun, hasilnya tetap saja mengecewakan. Tes laboratorium selalu menunjukkan hasil negatif.
Sampai akhirnya, sepasang suami istri tersebut menjadi depresi dan saling menyalahkan diri. “Suamiku, maafkan aku. Aku tidak dapat menjadi istri yang baik untukmu. Aku tidak dapat membuatmu bahagia!” Air mata sang istri mengalir deras.
“Tidak. Akulah yang tidak dapat memberimu seorang anak. Aku telah gagal menjadi seorang kepala keluarga. Maaf, aku sudah mengecewakanmu.”
Seperti itulah yang terjadi setiap hari, menyalahkan diri sendiri tanpa dapat berbuat apa-apa. Setiap kali mereka me- ngunjungi seorang dokter kandungan, dokter itu selalu menganjurkan agar mereka mengadopsi anak saja.
Masalah rumah tangga dan pekerjaan kantor membuat sang suami lebih frustrasi. “Tuhan apa yang salah dariku? Telah bertahun-tahun aku mengikut-Mu dengan setia. Aku tidak pernah melakukan sesuatu yang membuat-Mu kecewa. Namun, sekarang apa yang sudah Kau lakukan terhadap keluargaku? Engkau membuatnya menjadi berantakan! Selama ini aku terus-menerus berdoa dan meminta, berharap Engkau akan memberikan kami seorang anak. Aku terus mencari sampai menemukan sebuah jawaban yang pasti dari-Mu. Aku tak bosan mengetuk pintu hati-Mu, meskipun Engkau bergeming Apa lagi yang kurang, Tuhan? Tidak dapatkah pengorbananku yang tulus itu menggetarkan hati dan membukan pintu yang selama ini Engkau tutup?”
Di tengah keputusasaannya, ia mendengar ada suara datang dari hatinya, “Apakah kehadiran seorang anak lebih penting daripada kehadiran-Ku di dalam keluargamu? Apakah hidupmu tidak akan bahagia jika keinginanmu itu tidak Aku penuhi? Mengapa engkau menaruh persyaratan pada kebahagiaanmu. Engkau sering mengatakan, “Kalau saya tidak mendapatkan seorang anak, saya tidak akan pernah bahagia. Itukah standar kebahagiaanmu di dalam hidup ini?”
Apakah Anda pernah mendengar seseorang yang berkata, “Kalau tidak mendapatkan ini atau itu, saya pasti tidak akan bahagia dan mau mengucap syukur.” Dengan kata lain mereka berkata, “Jika belum mendapat posisi tertinggi di perusahaan ini, saya tidak mau bersukacita. Jika belum menjadi seorang jutawan, saya tidak mau berterima kasih pada Tuhan. Kalau tidak memiliki mobil mewah, saya pasti tidak akan bahagia.”
Tahukah Anda bahwa kebahagiaan dan kesenangan hidup tidak terletak pada waktu nanti, tetapi saat ini? Kebahagiaan adalah pilihan. Sekalipun hal yang kurang baik terjadi, kita harus tetap menjaga sukacita dan damai sejahtera. Dan, sesuatu yang baik pasti segera menghampiri. “Seorang yang penuh syukur akan berterima kasih dalam segala situasi. Seorang pengeluh akan mengeluh meskipun hidup di dalam Surga.” Ketahuilah bahwa orang-orang yang bahagia bukanlah orang-orang yang hidup dengan keinginan yang selalu dipenuhi oleh Tuhan, melainkan orang-orang yang mampu menghadapi kegelapan, tantangan, dan hambatan. Mereka memeranginya, menyiasatinya, dan menang.
\Apa kabar para pembaca sekalian? Senang rasanya anda masih tetap membaca artikel-artikel dari AkuInginSukses.com ….. terima kasih.
Bagi yang baru pertama kali mengunjungi situs ini, saya ucapkan selamat datang.
Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas topik tentang kebahagiaan. Saya akan mencoba mensharingkan pemikiran-pemikiran saya tentang kebahagiaan kepada para pembaca sekalian. Mudah-mudahan bermanfaat.
Bagi saya, kebahagiaan adalah sebuah perasaan yang positif dan menggairahkan, yang setiap manusia bisa rasakan dari hatinya yang terdalam. Banyak orang berusaha mencari kebahagiaan di tempat-tempat yang salah dan justru berakhir dengan kehidupannya yang jauh lebih menderita dari sebelumnya.
Mengapa hal ini bisa terjadi? … Ini karena kita mencarinya diluar diri kita. Kita mengharapkan sesuatu atau seseorang memberikan perasaan bahagia tersebut pada kita.
Seorang bijak bernama Rumi suatu saat pernah berkata, ”Kita mencari kalung permata dari ruangan ke ruangan yang sebetulnya ada di leher kita sendiri.” Ini pun sama ketika kita berusaha mencari kebahagiaan. Kita mencarinya ”kemana-mana”, dan kita tidak pernah dengan persis mengetahui dimana kebahagiaan tersebut berasal.
Saya rasa anda semua setuju bahwa kebahagiaan tidak tergantung dari hal-hal yang berbau materialisme, seperti : mengendarai mobil mewah atau memiliki jabatan/gelar yang prestisius (meskipun hal-hal tersebut dapat membawa kesenangan pada hidup anda).
Kebahagiaan pun tidak tergantung pada orang lain, seperti anda memiliki orang-orang yang penting di dalam hidup anda (meskipun cinta kasih dan kehadiran orang-orang tersebut dapat menambah keceriaan).
Kebahagiaan pun tidak tergantung pada sesuatu hal yang terjadi, sebagai contoh : jika anda tetap tinggal di tempat, akan menjadi baik dan jika anda pergi meninggalkan tempat, akan menjadi tidak baik.
Kebahagiaan bukan untuk ditemukan di mana-mana di dunia luar.
Hambatan terbesar untuk kita bahagia adalah pemikiran yang keliru dari kita sendiri. Sebagai contoh : pemikiran tentang seseorang atau sesuatu yang membuat anda bahagia. Mungkin anda merasakan keceriaan dari seseorang atau sesuatu tersebut, tetapi kebahagiaan tersebut sebetulnya adalah semu dan sementara. Ketika anda tidak bersama seseorang atau sesuatu tersebut, keceriaan itu akan pergi juga bersamanya.
Saya akan memberikan sedikit ilustrasi untuk menjelaskan.
Apa ya kira-kira …. hmm….,
O ya ini saja : Anda pernah merasakan patah hati? Saya rasa sebagian besar pasti pernah mengalaminya. Biasanya apa yang orang-orang lakukan ketika mereka patah hati (termasuk saya tentu saja
Sebetulnya tidak ada yang salah jika anda pun melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan. Namun yang ingin saya tekankan disini adalah : Dimana sebetulnya seseorang dapat menemukan kebahagiaan?
Berhentilah mencari keluar apa yang sebetulnya bisa anda temukan di dalam diri anda. Buatlah keputusan untuk berbahagia.
Oke, biar saya ulangi sekali lagi :
Kebahagiaan bergantung pada keputusan anda sendiri untuk bahagia.
Jadi kebahagiaan adalah suatu keputusan. Kapan saja, dimana saja anda dapat memutuskan untuk berbahagia atau tidak.
Oke, dibawah ini adalah sebuah aklamasi. Saya mengutipnya dari sebuah artikel luar beberapa waktu yang lalu. Cukup bagus aklamasinya. Anda bisa mengulangi dan membacanya dengan suara lantang:
Saya, {nama anda}, memutuskan untuk berbahagia saat ini, tanpa menghiraukan cuaca, orang lain, dunia atau apapun yang terjadi pada saya.
Saya dengan yakin mengetahui bahwa Tuhan telah memberikan hak kepada saya untuk berbahagia.
Karenanya, saya mengklaim bahwa
kebahagiaan adalah milik saya dan saya adalah milik kebahagiaan.
0 komentar:
Posting Komentar