Rio POV)
Aku..aku
mendapatkan bingkisan darinya! Dan ia menyerahkannya sambil tersenyum!
Oh, tidak sia-sia aku harus mengamatinya setiap hari di perpustakaan.
Tidak sia-sia juga aku berbicara banyak hari ini karena aku mendapatkan
bingkisan di hari valentine. Aku tidak peduli dengan ribuan bingkisan
yang di tujukan untukku, yang terpenting aku mempunyai bingkisannya!
Dan aku tidak akan rela bingkisan itu ditukarkan dengan apapun, termasuk
nyawaku sendiri!
(normal POV)
“katanya
ngak suka F4, tapi memberikan bingkisan juga kepada Rio…”ucap Shilla
saat sedang dalam perjalanan mengantar Shilla kerumahnya dengan mobilku
“dia yang nolongin gue dari amukan Alvin tadi. Itu hanya ucapan terimakasih…”ucapku datar
“ah masa???”goda Shilla
“mau kuturunkan di sini???”tanyaku dengan nada dingin
“peace deh…”ucap Shilla
***
“hey…”ucap Agni dengan kesal, “lu tahu gue ngak suka pink, tapi kenapa lu ngasih gue warna pink!”
“warna
kesukaan lu udah gue kasih ke orang lain. Males gue kasih orang itu
warna pink, nanti dikiranya gue suka sama dia…”ucapku membela diri
“emangnya siapa sih???”tanya Agni penasaran
“Rio…”ucapku dengan malas, namun dibalas histeris oleh Agni.
“kenapa lu ngak ngomong…”ucapnya sambil memukul badanku, “kalau dia, gue ikhlas dapetin warna kesayanganku…”
“ya elah…”kataku sambil mendorong pelan badannya, “mentang-mentang mantannya yang dapetin, jadi di ikhlasin…”
“jangan gitu dong…”ucapnya blushing, “kan itu masa lalu…”
“masa lalu tapi tetep blushing juga…”godaku yang langsung digebukin Agni dengan bantal
Jadilah kami berdua perang bantal dan yang dimenangkan olehku. (hore, gue bisa suruh Agni beresin kamarku!)
***
(Rio Flashback)
Saat
itu aku kelas 1 SMP dan aku ngak satu sekolah dengan teman-temanku
sejak kecil. Alvin sekolah di Seoul, Cakka sekolah di Jepang dan kakakku
Gabriel sekolah di Jerman. Aku sendiri yang terdampar di sekolahan di
Indonesia.
Dan
selama aku sekolah di SMP Patra Dharma, aku ngak punya teman sama
sekali. Yang ada aku dikejar-kejar cewek yang ngefans sama aku. Dan
suatu hari sepulang sekolah aku gencet oleh kakak kelas yang kesal
karena pacar mereka mutusin gara-gara aku. Maksudku hello, emangnya aku
niat apa sama tante-tante??? No way!
“eh
lu, jangan mentang-mentang lu kaya jadi bisa ngambil pacar kita-kita
ya…”ucap cowok itu setelah melempar badanku ke kursi dengan kasar
“emangnya gue niat sama tante-tante??? Maaf aja, selera gue masih normal…”ucapku dalam hati
“hey kalian semua!”teriak seorang, tidak, maksudku dua orang cewek yang membuat para cowok di depanku ketakutan. Wow, ternyata kakak kelas sok ini takut sama dua orang cewek!
“siapa yang suruh kalian bullying anak orang hah???”teriak cewek berambut pendek dengan galak
“ta..tapi…”belum
selesai ucapan seorang kakak kelas langsung dipotong. “gue ngak pernah
ngajarin kalian semua untuk bully orang! Lebih baik tenaga kalian dipake
buat bersih-bersih lapangan…”ucap cewek berambut panjang, namun aku
tidak dapat melihatnya dengan jelas karena ia menggunakan topi
“tunggu
apa lagi??? Cepat kalian semua bersihkan lapangan!”teriak cewek rambut
pendek yang membuat kakak kelas lari pontang-panting
“kamu ngak apa-apa???”tanya cewek berambut panjang membantuku berdiri
“ngak kok…”ucapku dan berdiri
“Agni, gue pergi dulu ya…”ucap cewek berambut pendek dan langsung pergi begitu saja
“perlu gue antar ke UKS???”tanya cewek yang bernama Agni itu
“ngak, makasih…”ucapku dan langsung pergi meninggalkannya
Dan
sejak saat itu aku sangat menyukai cewek yang bernama Agni. Dan setelah
nanya sana-sini akhirnya aku berani nembak dia dan diterima! aku merasa
kalo aku adalah cowok yang paling bahagia, sampai aku melihat pacarku
bersama cowok lain. Dan dengan gelap mata aku menghajar cowok itu dan
mutusin Agni saat itu juga.
Sejak
saat itu aku ngak percaya dengan namanya cewek, sampai aku bertemu
dengannya. Orang yang merubah pandanganku dan orang yang membuatku
pertama kali mau menginjakkan kaki ke perpus. Aku ketemu dengannya juga
saat MOS, dan keuntunganku MOS kali ini adalah aku ngak perlu ikutan
karena aku masuk sekolah yang dimiliki temanku, Alvin.
“gue
mau kasih tandatangan kalo lu bisa ngasih gue semut yang betina sama
jantan…”ucap seorang kakak OSIS yang menurutku ngak masuk akal banget.
Gimana coba nyari semut yang satu betina sama satu jantan???
“ngapain cewek itu bawa gelas berisi air sama toples berisi semut???”tanyaku dalam hati saat cewek itu kembali ke kakak OSIS tadi
“gue
minta sepasang, bukan minta setoples!”teriak kakak OSIS itu yang
membuat anak-anak MOS ketakutan, namun tidak dengan cewek itu
“kakak
bilang mau semut jantan sama betina bukan…”ucapnya sambil mengambil 2
ekor semut dari toples dan memasukkannya ke dalam gelas berisi air.
“kakak lihat, kalau semut yang tenggelam berarti itu betina sedangkan
yang jantan akan berusaha berenang ke pinggir gelas…”jelasnya yang
membuatku kagum
Dan
dengan berat hati akhirnya kakak OSIS itu memberikan tandatangannya
kepada cewek itu. Saat mata kami berpapasan, aku sempat tersenyum
kearahnya namun dibalas dengan tatapan dingin yang membuatku kesal.
Dan
ternyata saat penentuan kelas aku sekelas dengan cewek itu. Dan de javu
atau gimana, aku satu kelompok saat mengerjakan tugas biologi. Dan
karena terbawa kesal, aku tidak membantunya samasekali sehingga kelompok
kami mendapatkan nilai terjelek dan cewek itu dihukum yaitu mencabuti
rumput di kebun sekolah yang totalnya kira-kira hampir sehektar!
Harusnya kami berdua yang menerima hukuman itu, namun guruku itu terlalu
takut sama temanku, Alvin sehingga hanya cewek itu yang melakukan
hukuman itu.
Dia
tidak protes atau marah, malah ia mengerjakannya dengan semangat. Tapi
saat sudah setengah jalan, tiba-tiba dia berhenti lalu terdengar suara
isakan lalu ia pingsan. Tentu saja aku panic karena sebenarnya aku
mengawasinya sejak ia mengerjakan hukumannya tanpa marah sampai
tiba-tiba pingsan.
Setelah
aku membawanya ke UKS, aku mengerjakan sisa hukumannya dan aku menyuruh
guru yang menghukumku tutup mulut bahwa aku yang melakukannya. Saat ia
sadar, ia langsung dibawa oleh seseorang ke rumahnya dan selama seminggu
cewek itu tidak masuk sekolah. Ternyata kedua orangtua cewek itu
meninggal tepat saat cewek itu pingsan. Aku jadi bertanya-tanya, apakah
ia mempunyai indra keenam atau itu memang ikatan batin antara orangtua
dan anak???
Yang
jelas, sejak saat itu aku tidak bisa menghilangkan rasa bersalahku dan
ntah sejak kapan rasa bersalahku ini berubah menjadi rasa suka
terhadapnya. Tapi mungkinkah aku bisa mendapatkannya karena aku sudah
bersikap buruk padanya???
(flashback end)
***
“iya..iya..
gue beliin nanti saat pulang sekolah…”ucapku sambil memindahkan
teleponku ketelinga kananku karena telinga kiriku sudah kepanasan
mendengarkan suara cempreng Agni
“awas kalo lu lupa…”ancamnya dan langsung ditutupnya tanpa salam
“kalo gue lupa palingan diomelin satu jam lalu lu beli sendiri…”ucapku dalam hati
“kya…”teriak
cewek-cewek di lorong sekolah yang membuatku geleng-geleng kepala.
Palingan yang lewat salah satu F4 atau malah keempat-empatnya walaupun
jarang banget terjadi. Dan aku membenamkan diriku dalam bacaan buku di
perpus.
“kenapa lu ngak ikutan keluar???”tanya seorang cowok yang tidak kukenal karena wajahnya tertutupi oleh buku tebal
“ngapain??? Gue bukan cewek yang suka sama cowok kayak F4…”ucapku yang membuat Rio patah hati karena dia salah satu anggotanya
“emangnya kenapa???”tanyanya penasaran
“hm,
apa ya??? Sebenernya ngak mengangguku sih mereka itu, cuman aku kesal
aja sama salah satu anggotanya yang seenak jidat itu…”ucapku polos, yang
membuat Rio makin penasaran dan berusaha melanjutkan pertanyaannya
lagi, namun langsung batal karena aku ngomong “bukan Alvin, Cakka
ataupun Gabriel. Melainkan Rio. Tapi dulu, sekarang aku kesal sama dua
orang yaitu Rio sama Alvin…”
“emangnya
kenapa dengan mereka berdua???”tanya Rio dengan pasrah sekaligus
hopeless agar bisa berubah sehingga membuatku memandangnya
“kalau
Rio itu buat aku kesal karena gara-gara dia aku dihukum sama guru
membersihkan kebun seluas sehektar! Dan ada satu alasan lagi yang
merupakan rahasia banget, sementara Alvin itu suka seenak jidatnya aja
kalau ngomong dan bersikap dengan orang lain. Pokoknya yang paling
nyebelin itu mereka berdua…”ucapku yang membuat hati Rio hancur
berkeping-keping mendengarnya
“oh gitu…”ucap Rio datar, tak mampu berkata apa-apa lagi
“oh iya, namamu siapa???”tanyaku penasaran yang membuat Rio gelagapan
“mampus gue. Gue mesti jawab apa ini??? Berpikir, berpikir…”ucap Rio dalam hati
“mar. panggil aja mar…”ucapnya gelagapan
“mar??? Semar???”candaku yang membuat Rio tersenyum walaupun ngak kelihatan karena kehalang sama buku yang dibacanya
“terserah kamu deh…”
“kalau gitu gue panggil lu Semar aja ya…”
“iya deh…”
“kayaknya lu asik deh diajak ngomong, gimana kalo kita tukaran YM…”
“oh my god, mimpi apa aku semalam??? Aku dapet YM dia!”ucap Rio dalam hati
“boleh…”
“nih YM aku…”ucapnya dan menyodorkan hapenya
Aku
mencatatnya dan mengembalikan hapenya serta berkata “nanti gue chat lu.
Oh iya, bukannya lu harusnya udah ada di kelas ya??? Sekarang sudah jam
pelajaran…”
“oh my god…”ucapku dan melihat jam, “mampus gue dihukum pak Duta…” dan langsung berlari meninggalkan perpustakaan
“tenang saja nanti malam gue sms lu, Ify…”ucap Rio dalam hati dan berjalan menuju ruang belajar khusus F4
***
Semar_132 : hy… ini Ify kn???
IFY_pm : iya, kok thu nma aq??? Bukannya tadi aku belum kasih tahu namaku???
Semar_132 : hehe, tau dong. (padahal asal aja)
IFY_pm : ahahaha, kmu emang lucu… :D
Semar_132 : semar gt loh… :P
IFY_pm : hahaha…
Semar_132 : jdi mw crita apa nih??? Aq siap dgrn kok…
IFY_pm : hm, apa y???
Sebener.a bnyak… yakin mw dngerin???
Semar_132 : kn gw janji mw dgrkn semua keluhan lu…
IFY_pm : mang ada janji y??? seinget aq nda ada lo…
Sdh gpp, aq mw crita tentang tmen aq yg ngejer” cwo yg ngk baik…
Pdhl udh tw klo t2 cwo playboy, tpi msih tetep di kejar” t2 cwo…
Lma” aq yg BT sma dya…
Semar_132 :i2lh nma.a cinta…
wlau bgaimana cwo i2 kelakuan.a klo dya udh cinta psti tetep ska…
emang BT knapa???
IFY_pm : klo gitu aq nda mw pnya cinta yg sperti i2…
Semar_132 : hahaha, teruslah bermimpi nak…
IFY_pm : emang aq anak lu???
Semar_132 sedang offline, silahkan tunggu ia sign in
0 komentar:
Posting Komentar